Ini Penjelasan Jenis Konten Dalam Content Marketing

Pengembangan produk atau jasa dari bisnis startup dilakukan dengan pemasaran dan marketing. Ada beberapa konten-konten marketing yang biasa dilakukan oleh pebisnis startup. Apa-apa saja content marketing tersebut? Mengapa content marketing penting bagi bisnis startup?

Content marketing dinilai perlu bagi bisnis startup karena masyarakat selaku konsumen juga beralih dari penggunanaan komunikasi berbentuk tradisional, seperti TV, koran dan lain-lain menjadi ke dunia internet. Pengguna internet atau netizen lebih banyak 70% pengguna internet lebih mempelajari tentang produk atau jasa melalui konten. Di samping itu, 54% pengguna tidak mengklik banner ads.

Dibandingkan bentuk marketing menggunakan media tradisional dengan bentuk marketingnya, content marketing tentu lebih long lasting. Karena content marketing tidak hanya menciptakan brand awareness dan buzz tetapi juga membangun link. Ini sangat penting dalam algoritma ranking Google, tentu sangat relevan bagi bisnis startup. Ada beberapa jenis-jenis content marketing yang biasa digunakan oleh pebisnis startup. Mari kita simak satu per satu.

1. Artikel di Website

Artikel dan website merupakan salah satu jenis konten marketing yang paling dicari. Saat ini, orang mencari tahu tentang apapun di Google, dimana google akan menampilkan website-website sesuai dengan keywordnya. Maka dari itu, situs website dan artikel merupakan hal wajib yang dimiliki oleh startup. Tidak hanya startup, tetapi juga perusahaan di bidang apapun.

Artikel merupakan jantung dari website. Artikel merupakan elemen yang membuat pengunjung Anda tahu bahwa Anda bukan cuma menjual. Tapi mengenai penjelasan lengkap namun berbentuk singkat dan padat tentang apapun yang ada dalam bisnis startup Anda. Untuk satu artikel, biasanya berisikan 500-1.500 words atau kata yang bisa diupdate dalam waktu tertentu. Kualitas artikel menjadi sebuah penentu keberhasilan sebuah situs.

Tidak hanya di website, artikel tulisan juga bisa diposting di social media, seperti facebook, instagram dan twitter. Artikel juga bisa dijadikan bahan pers rilis yang bisa disebarkan kepada pihak jurnalis sebagai bahan berita di media massa.

2. Infografik

Tulisan berupa artikel juga merupakan content marketing yang menarik. Namun, tidak sedikit orang yang juga cenderung bosan dengan huruf atau tulisan dan lebih tertarik dengan gambar ataupun visual. Maka infografik adalah gambar yang berisikan sebuah penjelasan. Dengan menggunakan infografik, Anda dapat menyederhanakan informasi atau tulisan. Anda dapat menyederhanakan informasi, data, how to dan tutorial, dan semua hal yang berhubungan dengan brand Anda, agar follower, pelanggan, dan calon pembeli bisa belajar dan memahami produk, dan bidang usaha Anda lebih baik lagi.

3. Meme

Secara arfiah meme merupakan proses penyampaian informasi atau joke sederhana melalui gambar, animasi gif, video singkat, foto, yang dirancang untuk memancing orang ikut berpartisipasi dalam isinya – bahkan membuat versi mereka sendiri – dan menyebarkannya di jaringan mereka. Meme atau gambar lucu-lucuan yang sering disebar-sebar di media sosial juga bisa dijadikan salah satu content marketing, khususnya untuk diposting di media sosial.

Dengan sifatnya yang lucu dan joke, meme lebih gampang diingat. Jika Anda membuat meme dan memposting di akun media sosial, maka akun Anda akan mendapatkan banyak respon seperti like dan comment. Selain itu, netizen biasanya juga ikut menyebarkan meme di akun media sosial mereka. Hal ini tentu membuat branding atau marketing Anda berjalan efisien.

4. Animasi Explainer

Animasi merupakan sebuah konten yang berbentuk animasi gambar atau video. Banyak sebagian orang yang menilai bahwa animasi explainer membuat konten pemasaran bisnis Anda menjadi berkelas. Animasi ini mirip dengan infografik. Namun, berbentuk video yang bisa bergerak. Konten seperti ini bisa dimasukkan ke dalam semua akun, seperti website, media social dan youtube.

5. Video Series

Video series atau video berkelanjutan juga umum digunakan oleh pebisnis, terutama pebisnis startup. Video series ini bisa berisikan apa saja tentang produk atau jasa dari bisnis Anda. Namun, tidak hanya seputar bisnis Anda. Influence yang berkaitan dengan bidang startup Anda juga bisa dijadikan bahan dalam video marketing. Misalnya, Anda merupakan pebisnis startup financial technolgy (fintech), Anda bisa membuat video influence tentang mengatur keuangan. Hal seperti ini sebenarnya juga masih relevan bila diterapkan di konten-konten lain.

6. Email Marketing

Saat ini, email juga menjadi wadah bagi periklanan. Email merupakan platform bagi para pekerja. Penggunaan email juga semakin bertambah. Nah, dengan adanya fitur beriklan di email, Anda bisa memanfaatkannya dengan mengirim artikel, infografis dan lain-lain.

Itulah bentuk konten-konten marketing yang biasa digunakan oleh pebisnis startup. Bagaimana dengan Anda? Apa Anda sudah menyiapkan konten marketing? (PENA/GP)

Tinggalkan Balasan