Siap Jadi Pebisnis Startup dengan Modal Minim? Ini Tipsnya

Membangun usaha memang tak semudah melafalkan niatnya. Harus benar-benar gigih dan berkeyakinan kuat serta diimbangi dengan modal yang cukup. Ya, modal menjadi hal paling esensial jika ingin membangun sebuah usaha.

Tak sedikit orang bermimpi untuk menjadi seorang pebisnis atau memiliki usaha kecil sendiri. Apalagi, mendapatkan sebuah pekerjaan di zaman serba instan ini sangatlah sulit. Meski memiliki keahlian untuk dapat menembus antrean panjang pelamar perusahaan.

Dalam catatan Badan Pusat Statistik 2018, angka pengangguran di Indonesia mencapai 6,87 juta orang. Meskipun angka ini menurun dari tahun sebelumnya yakni 7,01 juta orang. Jika semua pengangguran berpikir untuk terus mencari pekerjaan, tak menutup kemungkinan angka tersebut meningkat di tahun berikutnya.

Beberapa anak muda yang baru menyelesaikan sekolahnya di perguruan tinggi memang mengaku takut memulai usaha. Alasannya sederhana, merintis dan mengelola usaha sendiri tidak semudah yang dibayangkan, karena setiap usaha harus memiliki modal yang besar. Sementara mereka tak memiliki cukup tabungan, kiriman dari orang tua pun tak berlaku lagi. Sehingga hanya sebagian kecil yang benar-benar ingin mencoba menjadi pebisnis.

Padahal, memiliki usaha sendiri dapat menjadi peluang untuk menghasilkan uang. Hal lain yang tak kalah menggiurkan adalah memiliki waktu kerja yang fleksible karena menjadi bos untuk diri sendiri. Salah satu usaha yang sedang digandrungi anak muda saat ini adalah Startup.

Lalu apa itu Startup? Dalam perjalanannya, Startup cukup berkembangan di Indonesia. Dilansir dari wikipedia, Startup merupakan perusahaan rintisan yang merujuk pada perusahaan yang belum lama beroperasi. Startup menjadi populer secara internasional sejak kemunculan bubble dot-com di 1998 hingga 2000. Hal ini disebabkan banyak perusahaan dot –com didirikan bersamaan.

Lalu, apakah modal mendirikan Startup tidak besar? Menurut CO-Founder Followhub Roni Hidayat, membangun usaha tak melulu soal modal yang besar. Dia bilang, untuk mendirikan usaha apapun termasuk Startup pasti membutuhkan modal, sekecil apapun.

“Sebenarnya untuk industri Startup diawal awal yang sangat diperlukan adalah keberanian dan konsistensi para pendiri Startup-nya. Meskipun modal besar, jika founder Startup-nya tidak dapat membuat Startup-nya berkembang dan memiliki bisnis model yang jelas, akhirnya akan menyerah juga,” pungkasnya.

Roni menyebutkan untuk membangun Startup, tak ada patokan biaya khusus. Tidak ada ukuran besar ataupun kecil. “Jadi saya percaya membangun startup bukan tentang modal berapa, tapi tentang seberapa dia mampu menghasilkan solusi yang dibutuhkan oleh banyak ditambah dengan skill para foundernya,” ujarnya.

Nah, kira-kira apakah yang dibutuhkan untuk memulai Startup hingga sukses dengan modal yang minim?

Niat yang Kuat

Untuk mendirikan Startup, niat menjadi kunci utama. Akan banyak kendala dan tantangan yang akan menggoyahkan selama proses pengembangan. Niat yang kuat adalah bekal mencapai kesuksesan di bisnis Startup.

Ketahui siapa target market dari Startup yang akan dibuat

Bangunlah Startup yang memang menjadi pemecahan masalah untuk banyak orang, bukan membangun Startup sebagai trend saja. Hal yang mesti diingat dalam mendirikan Startup yakni jadikan Startup sebagai solusi dari masalah banyak orang.

Lihat produk/jasa yang akan dihasilkan

Sebagai founder Startup haruslah mengetahui siapa target market dari startup yang akan dibuat. Hal ini berkaitan dengan diminati atau tidak produk/jasa yang akan dipasarkan.

Manfaatkan Teman Dekat

Untuk meminimalisir biaya, anda dapat meminta bantuan teman dekat untuk mempromosian usaha anda. Baik melalui komunikasi langsung ataupun melalui media sosial yang dikelolanya. Hal ini akan membantu anda menekan biaya promosi.

Jadi, sudah siap menajdi pebisnis Startup tanpa mengkhawatirkan biaya di awal? Tips-tips di atas adalah beberapa motivasi agar anda berani memulai menjadi pebisnis Startup tanpa mengkhawatirkan biaya yang tinggi. Akan jadi ringan jika uang yang dihabiskan untuk mengirimkan lamaran ke banyak perusahaan digunakan sebagai modal awal mendirikan Startup bisnis. (PENA/FK)

Tinggalkan Balasan