Tak Hanya untuk Lucu-lucuan, Meme Juga Bisa Dijadikan Content Marketing

Jika Anda sering menjelajah di dunia media sosial, Anda pasti sering menemukan meme lucu. Apa itu meme? Meme atau konten gambar lucu yang sering disebarkan di media sosial. Tidak hanya untuk humor semata, meme juga sering dijadikan bahan atau konten dalam marketing. Hal ini juga bisa dilakukan diterapkan untuk marketing bisnis startup Anda.

Mengapa meme banyak digunakan untuk pemasaran. Orang cenderung bosan dengan konten marketing yang itu-itu saja. Terlebih bentuknya sangat formalitas dan berbentuka promotif. Pelaku usaha menyadari hal ini. Mereka akhirnya mengubah content marketing mereka ke bentuk meme. Selain tidak terkesan kaku, memiliki nilai humor dan mudah diingat menjadi nilai plus dari meme sebagai content marketing. Dengan menggunakan meme, content marketing lebih murah dan tidak memerlukan banyak biaya dibandingkan menggunakan content marketing.

Defenisi Meme
Meme memang bukan bahasa baku yang memiliki harfiah atau etimologi. Namun, meme merupakan sebuah istilah. Menurut Wikipedia, meme adalah sesuatu yang menjadi terkenal melalui Internet, seperti gambar, video, atau bahkan orang. Meme Internet biasanya tercipta saat seseorang membuat atau mengunggah sesuatu di Internet, dan menyebar secara luas. Istilah bahasa Inggris meme dicetuskan oleh Richard Dawkins tahun 1976 melalui bukunya yang berjudul The Selfish Gene.

Meme biasa dibuat dengan menggunakan tools photo editor sederhana. Belakangan ini trend meme makin kuat dan marak di kalangan konsumen digital. Negara-negara maju seperti Amerika Serikat yang pertama kali menjadikannya sebagai content marketing. Beberapa kalangan mengakui bahwa meme bisa menjadi konten yang efektif untuk pemasaran produk atau jasa.

Menggunakan Meme Sebagai Content Marketing
Dalam dunia bisnis, menurut Veloso dalam buku “Web Copy that Sells” edisi ketiga, meme berguna untuk membuat “keramaian” (perbincangan yang intens) atau buzz mengenai produk atau layanan tertentu. Kita akan membahas mengapa meme dinilai menjadi konten pemasaran yang efisien.

Alasan pertama adalah karena mudah dipahami. Meme memiliki konsep yang mudah dipahami dengan gambar dan tulisan yang sederhana. Kedua, meme lebih gampang diingat oleh banyak orang. Ketiga, meme juga gampang disebar. Ini mengikuti tren kebanyak pengguna medsos, mereka akan memposting ulang apa yang akan mereka sukai. Paling banyak adalah meme. Dengan cara ini, audience diharap sudah mengenal konsep asli dari memenya, hingga bisa lebih cepat menangkap gagasan dasar dari meme yang Anda sebarkan.

Penjelasan di atas menyimpulkan bahwa meme membantu brand Anda menjadi lebih dekat dan terhubung dengan target audience Anda. Selain itu, meme juga punya nilai lebih lainnya. Membuat meme tidak perlu mengerluakan budget yang mahal. Yap! Meme adalah content marketing dengan low cost budget.

 

Berikut adalah tips membuat meme sebagai content marketing:

1. Memahami Sifat dan Gagasan Meme yang digunakan
Dengan melihat gambar, Anda bisa memahami arti dari gambar tersebut. Begitu jga dengan meme. Jika Anda ingin memberikan sebuah pesan dalam meme, pilihlah gambar yang bekaritan. Jangan sampai pesan yang Anda sampaikan justru tidak berhubungan atau malah berakibat fatal.

2. Memahami Karakter Konsumen
Sebelum Anda memulai content marketing, pastikan Anda sudah memahami situasi pasar, misalnya kepada siapa Anda menjual produk atau jasa bisnis startup Anda. Meme juga bersifat segmented. Ada beberapa gambar atau tulisan yang lebih gampang dicerna oleh kalangan-kalangan tertentu saja.

Misalnya, Anda tidak mungkin menggunakan meme Mantan Presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln dalam sebuah meme sedangkan target market Anda adalah anak-anak muda. Karena mereka tidak mengenal Abraham Lincoln. Akan lebih cocok jika Anda menampilkan meme dengan tokoh atau objek gambar yang lebih mudah dikenal oleh kalangan target market Anda.

3. Jangan Menunggu dan Menunda
Meme juga bersifat momentum. Sebuah meme yang menggambarkan keadaan yang lagi viral sekarang tentu tidak akan lucu lagi jika orang-orang sudah mengganggap basi momen itu. Misalnya, Anda ingin membuat meme dari momen Asian Games 2018. Jika parade olah raga ini berakhir, meme Anda akan menjadi basi. Sehingga orang tidak lagi mengganggapnya lucu.

Tolak Ukur Sebuah Keberhasilan dari Meme

Anda mungkin masih ingat dengan meme Dilan 1990, “Jangan rindu, berat. Kamu gak akan kuat. Biar aku saja.” Sebuah gambar karikatur dengan pesan tadi membuat viral. Meme itu adalah meme dari film Dilanku 1990 yang mengantarkan film tersebut berhasil menjadi deretan film paling laris di Indonesia setelah Warkop DKI Reborn. Bisa dibilang, meme atau jargon tersebut mempunyai nilai besar dalam mengantarkan kesuksesan film itu.

Namun, Anda tidak perlu bermuluk-muluk untuk menetapkan target meningkatkan pemasaran produk atau jasa startup Anda dengan membuat meme. Setidaknya tolak ukur keberhasilan meme marketing Anda adalah meme tersebut menjadi viral, direpost banyak orang. Sehingga, hal itu juga berdampak kepada pemasaran bisnis startup Anda. (PENA/GP)

Header image by Sara Nietohttps://puragencia.com/, CC BY-SA 4.0, Link

Tinggalkan Balasan